Minggu, 16 Januari 2011

ADA TSUNAMI DI INTERNET

Sebelum tahun 90-an kata-kata internet, download, blog dll sangat asing bagi telinga orang Indonesia.Betapa tidak , boro-boro internet, TV aja masih hitam putih dan Cuma ada TVRI (itu pun hanya siaran dari sore sampai malam).Apalagi HP, kala itu kita cukup puas ” nge-break” (seperti HT tapi memakai kabel ).
Dulu kala Jaman Ibu kita ABG,kalau curhat ya cuma di diary.Diary kala itu sangat tabu dibaca sembarang orang.Yang punya diary akan marah kalau diarynya dibaca orang lain.Apalagi kalau sampai diary itu tertinggal di kelas dan dibaca rame-rame sekelas pasti kepalanya akan muncul tanduknya alias marah .Hmm… aku masih ingat dulu diary itu ada gemboknya lho..Masih ingat kan?
Tapi Sekarang?
Gara-gara internet semua berubah total.Dulu rahasia asmara, naksir-naksiran teman sekelas hanya diary yang tahu, sekarang sudah ada blog yang begitu mudah dibuat, banyak situs jejaring sosial yang menggoda.Tanpa malu-malu lagi kita upload kisah pribadi kita, foto-foto kita .Dulu kalau mencari kambing yang hilang lapornya pada Pak Lurah.Setelah ada internet nyarinya ya pada mbah google he..he..
Gara-gara internet pula banyak orang jadi pintar, juara kelas.Ada pula orang yang jadi kaya dari internet, yang masuk penjara gara-gara internet juga tidak sedikit.Pendek kata internet sekarang benar-benar mewabah menembus dinding-dinding rumah kita.Dari desa sampai kota besar.Dari anak anak SD sampai nenek-nenek semua kenal internet.Hanya dengan biaya Setara 2 kali makan siang, kita sudah bisa berlangganan internet selama sebulan!
Dibalik semua itu ada hal satu yang memilukan dan merisaukan aku sebagai orang tua yang mempunyai anak yang beranjak besar.Apakah anda juga merasakannya sobat? Yaitu merebaknya pornografi di internet.Begitu dahsyatnya terjangan tsunami internet sehingga banyak yang hanyut dan tenggelam..Ketika kita lihat anak-anak kita dalam tidurnya betapa polosnya wajah mereka, betapa beningnya mata mereka .Apakah kita rela jika mereka diterjang “tsunami” itu?
Anak-anak kita terlalu ringkih jiwanya menghadapi pornografi, terlalu lemah tangannya untuk melawan .Jalan satu-satunya kita para orang tua adalah memberikan pendidikan yang positif dan sehat.Ibarat pisau bermata dua, internet bisa merusak dan menenggelamkannya sampai dasar jurang kenistaan, internet juga bisa menghantarkan anak-anak kita meraih kejayaan dunia dan akhirat.Solusinya…..adalah berinternet sehat !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar